Kamis, 23 Juni 2016

doa buka puasa?


[17:39 31/05/2016] ‪+62 822-9235-****‬:

Dari Akh Ibnu Alia Bin Mulyiono

afwan ustadz dan ikhwah apakah ada pembahasan ttg dhoifnya hadits doa dzahabazh zhomau... utk berbuka puasa?

⏩ jawabannya :
- Na'am, hadits tersebut adalah Dho'iif, yaitu hadits yg terdapat di dalam sunan abi dawud nomer (2357)dari haditsnya Abdillah ibni umar - rodhiallohu 'anhuma - secara marfuu' bahwa Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam dahulu mengatakan (ketika buka puasa)
" ذهب الظمأ، وابتلت العروق ،وثبت الأجر إن شاء الله تعالى "
“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, Insya Allah."
- Hadits tersebut adalah Dho'iif.
(lihatlah irwaul gholiil:919-920).

FAEDAH :
👉 Berkata Syaikh Muhammad bin hizam - hafidzohulloh - :" Telah datang dari Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam doa doa ttg buka puasa tapi tidak ada satu pun yg shohih dari doa doa tersebut "
(lihatlah kitab ITIHAAFUL ANAAM BI AHKAAMI WA MASAAILI SHIYAAM milik syaikh Muhammad bin hizam - hafidzohulloh - : 63)...
Wallohu a'lam.
Abu Zakariya Harits Al-jabali hafidzahulloh
Di grup whatsapp
 غربة السنة

[21:35 31/05/2016] ‪+62 823-3368-****: ❓TANYA
Jadi sebaiknya do'a apakah yg kita ucapkan ketika berbuka puasa ustadz?

⏩JAWAB
Bismillaah... Doa biasa setiap mau makan.... "BISMILLAAH".. sebagaimana dalam hadits umar bin abi salamah - rodhiallohu 'anhu -....
Wallohu a'lam

[10:51 01/06/2016]
 أبوالمنذر مجاهد الأندونيس:

Sedikit tambahan

١٧٩٧ - " ثلاث دعوت لا ترد: دعوة الوالد ودعوة الصائم ودعوة المسافر ".

Dari anas rodhiyalloh anhu rasulullah shollolloh alaih wa salam bersabda "tiga doa yang tidak diabaikan oleh alloh subhanah wa taala: doa orang tua, doa orang yang puasa dan doa orang musafir. Alhadits lihat ashshohihah no.1797 karya imam alalbaniy rohimahulloh ta'ala

Semoga alloh memberi kita taufiq untuk memperbanyak doa ketika puasa, doa apa saja.

Allohulmustaan

fitnah dunia atau kesyirikan?


[20:15 01/06/2016] ‪+62 822-9235-****:

Bismillaah adakah syarah hadits di bawah ini ustadz?
Hadits Imam Muslim Nomor 4249

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا وَهْبٌ يَعْنِي ابْنَ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ أَيُّوبَ يُحَدِّثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَتْلَى أُحُدٍ ثُمَّ صَعِدَ الْمِنْبَرَ كَالْمُوَدِّعِ لِلْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ فَقَالَ إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَإِنَّ عَرْضَهُ كَمَا بَيْنَ أَيْلَةَ إِلَى الْجُحْفَةِ إِنِّي لَسْتُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا بَعْدِي وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا أَنْ تَنَافَسُوا فِيهَا وَتَقْتَتِلُوا فَتَهْلِكُوا كَمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ قَالَ عُقْبَةُ فَكَانَتْ آخِرَ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ

Terjemahan

Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] Telah menceritakan kepada kami [Wahab] yaitu Ibnu Jarir Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dia berkata; Aku mendengar [Yahya bin Ayyub] bercerita dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Martsad] dari ['Uqbah bin 'Amir radliallahu 'anhu] Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda mengenai para korban perang Uhud. Beliau naik ke mimbar seolah-olah memberi amanat kepada yang masih hidup dan yang telah syahid. Sabda beliau: "Aku mendahului kalian ke telaga. Lebar telaga itu sejauh antara Ailah ke Juhfah. Aku tidak khawatir bahwa kalian akan kembali musyrik sepeninggalku. Tetapi yang aku takutkan ialah kamu terpengaruh oleh dunia. Kalian berlomba-lomba untuk mendapatkannya kemudian berbunuh-bunuhan, dan akhirnya kalian musnah seperti kemusnahan umat sebelum kalian." Kata 'Uqbah; "Itulah yang terakhir kali aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpidato di mimbar."


[21:16 01/06/2016] أبوالمنذر مجاهد الأندونيس:

Naam syarh imam nawawi dsl...


[21:19 01/06/2016] ‪+62 822-9235-****:
Ada akh yang minta syarah hadits tersebut diatas ustadz


[14:53 02/06/2016] أبوالمنذر مجاهد الأندونيس:

Penggalan yang mana butuh pencerahan?

[14:57 02/06/2016] ‪+62 822-9235-****:

 Aku tidak khawatir bahwa kalian akan kembali musyrik sepeninggalku. Tetapi yang aku takutkan ialah kamu terpengaruh oleh dunia. Kalian berlomba-lomba untuk mendapatkannya kemudian berbunuh-bunuhan, dan akhirnya kalian musnah seperti kemusnahan umat sebelum kalian.


[16:23 02/06/2016] ‪+62 822-9235-****‬:

 إِنِّي لَسْتُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ
تُشْرِكُوا بَعْدِي وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا أَنْ تَنَافَسُوا فِيهَا وَتَقْتَتِلُوا فَتَهْلِكُوا كَمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

[17:12 09/06/2016] أبوالمنذر مجاهد الأندونيس:

Sebagian menjawab bahwa itu khithob kepada shohabat ridhwanulloh alaihim yang terjamin dari perbuatan syirik

Sebagian lagi menjawab bahwa itu adalah keumuman umat Muhammad shollolloh alaih wa sallam bahwa mereka tdk akan mungkin sepakat terjatuh pada kesyirikan secara keseluruhan

Sebagian menjawab bahwa jawaban Rosululloh shollolloh alaih wa sallam sesuai dengan kondisi/kebutuhan orang yang bertanya

Baarokalloh fiikum

[18:48 09/06/2016] ‪+62 822-9235-****‬:

Wa fiikum baarokalloohu ustadz

i'tikaf menempuh safar?


[17:00 20/06/2016] ‪+62 852-4833-****‬:

Bismillah. Afwan, ana mau tnya ttg hadits di riwayatkn dr Abu Wa'il, ia brkata: "Hudzaifah ibnul Yaman brkata kpd 'Abdulloh ibnu Mas'ud: Sejumlah org beri'tikaf di antara rumahmu dan rumah abu musa dan engkau tdk melarangnya bknkah engkau tau bhwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم berkata: لا إعتكاف الا في المساجد ااثلاثة, yg mana yg dimksd adlh msjid nbawi, aqsho, dn harom, lalu bgmn dgn mrk yg tdk i'tikaf di ke 3 msjid trsbt? Ap sbnrny mkna yg di kndung hadits trsbut? Mhon jawabanny ust.

[17:04 20/06/2016] ‪+62 852-4833-****‬:

Dan bgmn hika sorg ikhwn ingin beri'tikaf di luar mesjid yg brada di daerahny, mksdny dy ke mesjid lain yg jrakny misalkn dr pinrang ke pare2?  Alsan dy tdk i'tikaf d msjid daerahny krn dstu dy tdk mnemukan ktnangan dlm ibdh, d tmbah lg bnykny masalah yg trjdi di msjid itu shingga mmbuatny tdk fokus dlm ibadah.. bgmn ust mmandang masalah ini?

[17:05 20/06/2016] ‪+62 852-4833-****:

Afwn td ad yg slh tulis dgn hditsny shrusny الثلاثة

[17:17 21/06/2016] أبوالمنذر مجاهد الأندونيس:

1. Hadits di atas maksudnya: tdk ada i'tikaf yang lebih sempurna/banyak pahalanya daripada i'tikaf di 3 mesjid tsb bukan berarti i'tikaf di mesjid lain tdk sah dg firman alloh subhanah wa taala

ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ َ

(tetapi) janganlah kamu menggauli mereka (istri 2 kalian) itu, sedang kalian beri'tikaf dalam mesjid2. (artinya di mesjid manapun) Albaqoroh 187

2. Pinrang ke pare, jika dia memandang itu sdh jarak safar maka tdk boleh jika dia maksudkan dg safarnya tsb untuk ibadah i'tikaf.

٧٣٣٢ - «لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد: المسجد الحرام ومسجدي هذا والمسجد الأقصى» .
(صحيح) [حم ق د ن هـ] عن أبي هريرة [حم ق ت هـ] عن أبي سعيد [هـ] عن ابن عمرو. أحكام الجنائز ص ٢٢٤ - ٢٢٥، الروض ٧١٣، الإرواء ٧٧٣، ٧٩٠، مختصر مسلم ٧٨٩.
"Tdk boleh syaddurrihal/safar dg maksud ibadah ke suatu tempat manapun kecuali ke 3 mesjid masjidilharom masjidinnabawi masjidil aqsho"

Kecuali ada maksud lain seperti menuntut ilmu (justru sangat dianjurkan safar ke tempat2 ilmu) lalu setiba di sana dia niat i'tikaf maka ini sangat baik

Jarak safar hukumnya kembali kepada urf/kebiasaan setempat, jika dulu pernah dianggap itu jarak safar di mana mereka berbekal ke sana maka kecanggihan teknologi transportasi shg bisa di tempuh dlm beberapa menit saja tdk bisa merubah hukum jarak safar.

Berikut fatwa syeikhunaa abu abdirrohman alhajuri hafidzahulloh

حكم شد الرحال للاعتكاف في مسجد ما (١)
Judul: Hukum safar dg maksud i'tikaf di suatu mesjid manapun

السؤال: رجل أتى من صنعاء أو عدن إلى هذا المسجد لغرض الاعتكاف لا غير .. هل يعتبر هذا من شد الرحال؟
Pertanyaan: seorang datang dari kota son'a ataupun kota aden ke mesjid ini (dammaj) dg tujuan i'tikaf bukan dg maksud lain...apakah ini terhitung syaddurrihal?

الإجابة: ينبغي أن ينوي طلب العلم، وسواء أتى من صنعاء أو من عدن، أو أبعد من ذلك، فإنه يؤجر على رحلته، والرحلة لطلب العلم فيها فضل عظيم، فإذا جاء لقصد طلب العلم إن شاء اعتكف وإن شاء لم يعتكف،
أما أن يرحل لا لغرض آخر إنما لقصد الاعتكاف فقط دون طلب العلم؛ فهذا أولًا غير مقبول، كل من جاء وقطن عندنا ينبغي أن يكون طالب علم، ثانيًا: هذه الرحلة لغير طلب العلم لمسجد من المساجد فيها نظر، لا تصلح إلى الثلاثة المساجد، وإنما الذين يأتون ما يأتون للمسجد يأتون ليدرسوا ويتعلموا فيؤجرون لنواياهم ورحلتهم.

Jawaban: sepantasnya dia meniatkan menuntut ilmu sama saja dia mau datang dari sona aden atau lebih jauh dari itu maka dia akan diberikan pahala atas rihlahnya. Dan rihlah untuk menuntut ilmu mempunyai keutamaan yang sangat besar. Jika dia datang dg maksud menuntut ilmu maka jika dia ingin i'tikaf silakan i'tikaf ataukah tidak.
Adapun dg tujuan i'tikaf semata. Pertama ini tdk bisa diterima karena siapa saja yang tinggal bersama kami dipersyaratkan pada nya dia adalah seorang penuntut ilmu.
Kedua rihlah/safar dg jarak seperti ini dg bukan tujuan menuntut ilmu ke mesjid mana pun tdk dibenarkan karena tidak boleh (syaddurrihal dg maksud ibadah) kecuali kepada 3 mesjid. Yang benar orang yang datang dari jauh ke suatu mesjid hendaknya dg tujuan/niat menuntut ilmu shg dia mendapatkan pahala atas niatnya dan pahala atas rihlahnya
____________________
(١) شذرات من أوائل دروس فضيلة الشيخ يحيى بن علي الحجوري حفظه الله تعالى.

Baarokalloh fiikum

[20:55 21/06/2016] ‪+62 852-4833-****:

 Jazaakalloohu khoiron, wa fiika barokallooh.

hamil ganti puasa, boleh fidyah?


[4:49 06/06/2016] ‪+62 852-4833-****:

Bismillah. Assalaamu 'alaikum. Afwn ustdz, ana mau brtnya, tlg d jawab, ust. Bgmn jika sorg wanita mmpunyai hutang puasa rmdhon slma 4 bln(di krnakn dy hamil dn mnyusui dn dy tdk mampu brpuasa),  kmudian skrg dia hamil lg dan kondisiny tdk mampu jg utk brpuasa krn fisiknya sngt lemah dn pny pnyakit magh, ap yg hrs di lakukknny, sdg dy tau mngqodho puasany lbh afdhol d bnding mmbyr fidyah, itu mnurut pndapat slh satu ustdz dn tntuny beliau jg pnya dalil yg mnguatkn pndapatny, namun sngt berat bg wanita ini kalau hrs mngqodho puasanya yg smakin lama smkin brtambah, apkh tdk ad rukhshoh bg wanita ini? Suaminya pun bersikeras istrinya hrs mngqodho ny.    Atas jawabanya an ucapkan jazaakalloohu khoiron.

[10:43 07/06/2016] أبوالمنذر مجاهد الأندونيس:

WA alaikum salam wa rohmatulloh wa barokaatuh

Syeikh muqbil, bin bazz , utsaimin rohimahumulloh dan syeikhunaa bin hizam hafidzahulloh menguatkan pendapat bolehnya wanita hamil dan menyusui berbuka dan wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya serta tdk ada kewajiban membayar fidyah setiap hari memberi makan seorang miskin baginya.

 ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ َ

 barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. (Wanita hamil tergolong dalam golongan sakit).

٧١٥ -  " إن الله تعالى وضع عن المسافر الصوم، وشطر الصلاة، وعن الحامل أو المرضع الصوم أو الصيام "، رواه الترمذي 715 والنسائي 4/180 وابن ماجه 1667 وأبو داود 2408 عن عن أنس بن مالك

"Sesungguhnya alloh telah menangguhkan puasa dan setengah sholat bagi musafir dan bagi wanita hamil dan menyusui dari puasa"

Kata syeikhunaa penangguhan puasa bagi wanita hamil dan menyusui adalah adaa'an (menunaikan pada harinya) laa qodho'an (bukan pengguguran kewajiban menggantikannya pada hari lain).

Jadi wanita tetap harus membayar puasa pada hari2 yang lain.

Jika setelah itu dia mempunyai kesempatan puasa maka hendaknya dia menggantinya. Jika tdk memanfaatkan kesempatan tsb lalu dia meninggal maka ahli warisnya mengganti puasanya sesuai dg banyaknya hari yang dia berkesempatan lalu tdk menggantinya

"من مات وعليه صيام صام عنه وليه"
Barangsiapa yang meninggal mempunyai utang puasa maka wali/ahli warisnya menggantikan puasanya. Hadits Aisyah riwayat muslim, abu daud, ahmad dsl

Adapun jika ditakdirkan dia tdk pernah sembuh/berkesempatan maka tdk ada kewajiban bagi ahli warisnya mengganti puasanya.

Adapun jika seorang wanita mengidap sesuatu yang tidak lagi diharapkan kesembuhan darinya menurut ahli medis maka hukumnya seperti org tua renta yang tidak mampu untuk berpuasa sehingga gugur kewajibannya maka boleh baginya memberi makan setiap hari seorang miskin mustahab sebagaimana yang difatwakan oleh sebagian shohabat dan bukan wajib menurut pendapat yang kuat.

Semoga yang sedikit ini bisa memberi pencerahan pada masalah khilaf ini

Baarokalloh fiikum

Minggu, 10 April 2016

status anak zina?


[21:08 05/03/2015] Abu Hudzaifah Ismail: Bismillaah.
Assalaamu 'alaikum.
Afwan ustadz, mau tanya. Bagaimana status pernikahan seorang perempuan yang dinikahkan sama bapak tirinya? Maksudnya, ini perempuan yang dinikahkan, hasil dari perzinahan yg dilakukan oleh bapak dan ibunya.

Mohon penjelasannya ustadz

[6:47 06/03/2015] أبوالمنذر مجاهد اﻻندونيسي:

Jika putri tersebut lahir dari mani si laki2 itu saja tanpa dicampuri mani laki2 lain dan si laki2 mengakui itu adalah putrinya maka putri tsb dinisbahkan kepada laki2 tsb sebagai status ayah kandung bukan tiri maupun angkat dan tidak lagi dinisbahkan kepada ibunya sebagai anak dari zina dipanggil fulanah bintu fulan bukan fulanah bintu fulanah. Putri tsb juga berhak mendapatkan perwalian nikah, warisan dari ayahnya dsb

Berikut fatwa syeikhunaa abu abdirrohman alhajuriy hafidzahulloh

عنوان الفتوى: حكم تسوية قضية الزنا بغرامة مالية أو تزويج أو نحو ذلك(1)

السؤال: إذا اكتشف الرجل أن ابنته حبلى من الزنا فمن العرف عندنا أن يطردها الأب إلى الذي فعل معها الفاحشة، فتذهب إلى بيته ثم يأتي بجماعته إلى أبي البنت، فإن رضي بزواجهما تزوجا، وإلا دفع الزاني ثمانين ألفًا لأبي البنت والبنت، وتنتهي القضية، ويلحق الولد الذي هو من نتاج الزنا بأبي البنت، فيقال: فلان بن فلان فما حكم الشرع في هذا، أفيدونا مأجورين؟

الإجابة: أما إرسالها إليه قبل العقد فمنكر، ومعناه: أنه يعين الزانيين على مواصلة المعصية قبل العقد، وحكمهما في ذلك: إن كانا بكرين الجلد مائة جلدة لكل منهما، وإن كانا محصنين فالرجم؛ كما ثبت في عديد من صحاح السنة.
وإن كانا أراد أن يتزوجها -أو أُلزم بالزواج بها- بعد إقامة حد الجلد؛ فبعد وضعها حملها، ما لم يشاركه في الزنا أحد؛ فإن علم أنه شاركه أحد في ذلك الحمل فلا يُلزم أن يتزوج بها؛ لقول الله تعالى: ﴿الزَّانِي لا يَنكِحُ إلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى المُؤْمِنِينَ﴾; [النور:3].
والولد -والحال هذه- ما ينسب إلى أبيه، وإنما ينسب إلى أمه، ويرث منها لا من أبيه، إلا إذا استلحقه الأب فينسب إلى أبويه ويرث منهما جميعًا؛ قال النبي صلى الله عليه وآله وسلم: «الولد للفراش وللعاهر الحجر»(2)، والعاهر: هو الزاني. والحجر: الخيبة. أي: ليس له إلا الخيبة.

----------------------
(1) أسئلة من بادية غيل بن يمين بحضرموت، بتاريخ: ليلة الأحد 19 شعبان 1422ه‍.. دماج - دار الحديث.
(2) رواه البخاري رقم (6818)، ومسلم رقم (1458).

عنوان الفتوى: حكم إرث ولد الزنا ممن زنى بأمه بعد أن أرغم على الزواج بها(1)

السؤال: رجل زنى بامرأة فأنجبت منه ولدًا، ثم تزوج بها، وبقي الولد معهم، ثم مات الزوج، فهل يرث ولده من الزنا منه؟

الإجابة: إذا استلحقه باعتبار أنه اعترف أنه ابنه يرث منه عند أهل العلم، وإذا انتفى منه لا يرث منه، أما حديث: «الولد للفراش وللعاهد الحجر»(2)، فالمقصود به الذي لم يستلحقه، والفراش معناه: الأم. والحجر: الخيبة.

----------------------
(1) أسئلة من بني قيس، بتاريخ: ليلة الجمعة 13 ربيع الآخر 1424ه‍.. دماج-صعدة.
(2) رواه البخاري رقم (6818)، ومسلم رقم (1458)، عن أبي هريرة، وجاء عن غيره.

baarokalloh fiikum

[7:07 06/03/2015] Abu Hudzaifah Ismail: Oh gitu ya ustadz fahimtu, jazaakumullooh khoiron...

motor tarikan?



[9:10 10/04/2016] Abu Muqbil:

Afwn ustd mau tny...masalah motor dr perusahaan perkreditan semacam FIF,FINANCE,bank,atau yg lainnya..ktk seorang tdk mampu bayar cicilan lg,motor mereka tarik,biasa tanpa pengembalian uang kpd pembeli,dan motor lgsng di klaim menjadi milik perusahaan,,,terus oleh perusahaan,motor2 tersebut dilelang secara umum (siapapun bs beli) dg harga murah..bagaimana hukum membeli motor tersebut?dan kl sah jual belinya,bgmn dg kedholiman perusahaan yg menarik motor trsbt,apkh qt ikut mmbntu kedholiman mrk.?.

[16:04 10/04/2016] أبوالمنذر مجاهد اﻻندونيسي:

Pertama kita harus tahu siapa pemiliknya, perusahaan atau pemakai? Dekat -walloh alam- adalah perusahaan,

Kedua dalam bab urbun dirojihkan sebagian ulama akan bolehnya tdk mengembalikan uang yang diserahkan sebagai imbalan pembatalan, diantaranya syeikh bin baaz rohimahulloh

حكم أخذ العربون
س ٤٨: بعت سيارتي على أحد الأشخاص وتم الاتفاق على قيمتها، ولكنه أعطاني مبلغ ستمائة ريال على أن تبقى السيارة لدي حتى يدفع باقي الثمن، وبعد حوالي نصف شهر جاءني طالبا فسخ البيع وإعادة الفلوس التي دفعها إلى مسبقا إليه، فرفضت ذلك فهل يحق له المطالبة بها، وماذا يلزمني الآن؟ .
ج: إذا أجبته إلى طلبه ورددت عليه نقوده فهو أفضل، ولك عند الله أجر عظيم؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: «من أقال مسلما بيعته أقال الله عثرته (١) » .
(١) رواه أبو داود في (البيوع) باب في فضل الإقالة برقم (٣٤٦٠) وابن ماجه في (التجارات) باب الإقالة برقم (٢١٩٩) .
أما اللزوم فلا يلزمك إذا كان البيع قد استوفى شروطه المعتبرة شرعا والله ولي التوفيق



Pertanyaan: saya menjual mobil kepada seorang dg kesepakatan harga tertentu. namun dia memberiku uang senilai 600 rial untuk saya menahan mobil tsb sampai dia menyerahkan sisanya. berlalu sekitar setengah bulan dia datang kembali dengan maksud ingin membatalkan jualbeli tsb dan uangnya dikembalikan dan saya pun menolak. Apakah dia berhak menuntut uang tsb dan apa kewajiban saya skrg?

Jawaban: jika kamu memenuhi permintaannya dan mengembalikan uangnya maka itu afdhol dan kamu akan mendapatkan pahala yang besar di sisi alloh berdasarkan sabda rosululloh shollolloh alaih wa sallam "barangsiapa memaafkan pembatalan saudaranya dlm jualbelinya maka alloh akan memaafkan kesalahannya"

Kamu tdk mempunyai kewajiban apapun selama syarat2 yang disyariatkan dalam jualbeli telah terpenuhi, alloh pemilik segala taufiq/hidayah.


س ٤٩: ما حكم أخذ البائع للعربون إذا لم يتم البيع، وصورته أن يتبايع شخصان، فإن تم البيع أكمل له القيمة وإن لم يتم البيع أخذ البائع العربون ولا يرده للمشتري؟ .
ج: لا حرج في أخذ العربون في أصح قولي العلماء إذا اتفق البائع والمشتري على ذلك، ولم يتم البيع.


بيع العربون
السؤال السابع من الفتوى رقم (٩٣٨٨) :
س٧: هل يجوز للبائع أن يأخذ العربون من المشتري، وفي حالة عدم وفاء المشتري أو رجوعه في البيع هل يحق شرعا للبائع أن يحتفظ بالعربون لنفسه دون أن يرده للمشتري؟
ج٧: إذا كان الواقع كما ذكر، جاز له أن يحتفظ بالعربون لنفسه، ولا يرده للمشتري في أصح قولي العلماء إذا اتفقا على ذلك.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... نائب رئيس اللجنة ... الرئيس
عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز


Apakah boleh bagi penjual mengambil urbun/uang panjar dari pembeli saat pembeli tidak memenuhi kewajibannya atau dia ingin membatalkannya. Apakah boleh bagi penjual mengambil uang panjar tsb tanpa mengembalikannya kepada pembeli?

Jawaban: jika kenyataannya sebagaimana yang disebutkan maka boleh baginya (penjual) mengambil uang panjar tsb tanpa mengembalikannya kepada pembeli menurut pendapat terkuat dari dua pendapat ulama dlm permasalahan tersebut jika keduanya telah menyepakatinya. (Selesai fatwa lajnah daimah)


Yang menjadi isykal apakah ini kemauan pemakai untuk membatalkan bersamaan akan kewajiban perusahaan untuk menunggu sampai maisaroh?

Kalau dari kemauan pemakai membatalkan maka tdk masalah

Ini terlepas dari mukholafah yang ada dalam mu'amalah mereka

Allohulmusta'an

Semoga alloh beri kecukupan kepada kaum muslimin untuk mengcash segala kebutuhan mereka dan memberi mereka taufiq kepada ilmu

Baarokalloh fiikum

[16:18 10/04/2016] أبوالمنذر مجاهد اﻻندونيسي:

Nukilan dari multaqo ahlil hadits1 juz 108 hal 456 diskusi 165008

ما حكم أخذ العربون

بحث في بيع العربون
قال في المصباح ص٤٠١: العربون بفتح العين والراء، قال بعضهم: هو أن يشتري الرجل شيئاً، أو يستأجره،ويعطي بعض الثمن أو الأجرة، ثم يقول: إن تم العقد احتسبناه، وإلا فهو لك، ولا آخذه منك.
والعربون: وزن عصفور، لغة فيه، والعربان بالضم: لغة ثالثة ونونه أصلية.
وقال الأصمعي: العربون أعجمي معرب. ا. ه‍
وراجع اللسان (١/ ٥٩٢) والنهاية (٣/ ٢٠٢) مهم.
وقد اختلف العلماء رحمهم الله في حكم بيع العربون على قولين:

القول الأول:التحريم
وذهب إليه جمهور العلماء، واحتجوا بالأدلة التالية:
١ـ حديث عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده قال: نهى رسول الله ? عن بيع العربان. أخرجه مالك في الموطأ (٢/ ٦٠٩)، وأبو داود (٣٥٠٢)، وابن ماجة (٢١٩٢)، وأحمد (١١/ ١٢ تحقيق شاكر) وغيرهم.
٢ـ قوله ?: لا يحل سلف وبيع، ولا شرطان في بيع. رواه الخمسة.
قال الشوكاني: فاشتمل العربون على شرطين فاسدين.
قال في المسوى: قال المحلي: وعدم صحته لاشتماله على شرط الرد والهبة إن لم يرض السلعة.ا. ه‍
٣ـ قوله تعالى ((يا أيها الذين آمنوا لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل .. الآية))
قال القرطبي في تفسيره (٥/ ١٥٠): ومن أكل أموال الناس بالباطل بيع العربان .. فهذا لا يصلح، ولا يجوز عند جماعة فقهاء الأمصار، من الحجازيين، والعراقيين، لأنه من باب بيع القمار، والغرر، والمخاطرة، وأكل المال بالباطل، بغير عوض ولا هبة، وذلك باطل بالإجماع. ا. ه‍
٤ـ أن في بيع العربان معنى الميسر، قاله الدهلوي في الحجة. ولعله يرجع إلى ما قبله.
٥ـ أنه بمنزلة الخيار المجهول، فإنه اشترط أن له رد المبيع من غير ذكر مدة، كما لو قال: ولي الخيار، متى شئت رددت السلعة ومعها درهم.
وقالوا: ولا يصح أن يكون العربون مستحقاً للبائع كعوض عن انتظاره، وتأخر بيعه، لأنه لو كان عوضاً عن ذلك لما جاز جعله من الثمن في حال الشراء، ولأن الانتظار بالبيع لا تجوز المعاوضة عنه، ولو جازت لوجب أن يكون معلوم المقدار، كما في الإجارة. (الشرح الكبير ٣/ ٥٩).

القول الثاني: الجواز
وهو مذهب الإمام أحمد، ومحمد ابن سيرين، وفعله عمر بن الخطاب رضي الله عنه، وعن ابن عمر أنه أجازه، وقال ابن المسيب: لا بأس إذا كره السلعة أن يردها، ويرد معها شيئاً. قال أحمد: هذا في معناه.

واحتجوا بما يلي:
١ـ ما رواه ابن أبي شيبة في مصنفه (٥/ ٣٩٢)، وعلقه البخاري (الفتح ٥/ ٩١)، ورواه الأثرم في سننه، من طريق ابن عيينة عن عمرو ـ هو ابن دينار ـ عن عبد الرحمن بن فروخ:" أن نافع بن عبد الحارث اشترى داراً للسجن من صفوان بن أمية بأربعة آلاف درهم، فإن رضي عمر فالبيع له، وإن عمر لم يرض فأربعمائة لصفوان ".
وأخرجه أيضاً عبد الرزاق في مصنفه (٥/ ١٤٧،١٤٨)، والبيهقي في سننه (٦/ ٣٤)، والأزرقي في أخبار مكة (٢/ ١٦٥)، والفاكهي في أخبار مكة (٣/ ٢٥٤)، كلهم من طرق عن سفيان بن عيينة به.
وفي إسناده عبد الرحمن بن فروخ العدوي مولاهم، قال الحافظ في التقريب ص٣٤٨: مقبول، من الثالثة، ولم يصرح البخاري بذكره.ا. هـ
وقد ذكره ابن حبان في ثقاته (٧/ ٨٧)، ولم يتكلم عليه الذهبي في الميزان (٢/ ٥٨٢)، وذكره مسلم في الوحدان ص١١٧ ممن تفرد عنه عمرو بن دينار بالرواية، ولم يزد البخاري في تاريخه (٥/ ٣٣٧) على هذا سوى أنه عبد الرحمن بن فروخ مولى عمر بن الخطاب عن أبيه. ا. هـ
وقال الألباني في مختصر البخاري (٢/ ١٣٧):إن عبد الرحمن هذا أشار الذهبي إلى أنه مجهول، لم يرو عنه غير عمرو بن دينار.
وذكر الحافظ في الفتح (٥/ ٩١،٩٢) أن عمر بن شبة رواه في أخبار مكة من طريق ابن جريج: أن نافع بن عبد الحارث .. فذكره، فأسقط عبد الرحمن، والصحيح أن ابن جريج يرويه عن عبد الرحمن أيضاً، كما روى ذلك عبد الرزاق في مصنفه (٥/ ١٤٧،١٤٨).
ومع هذا يظهر لي والله أعلم أن هذا الأثر مما يحتج به، خاصة أن عمرو بن دينار كان يفتي به، ويحتج به، وكذلك كان الإمام أحمد يحتج به، فذكره في معرض الاستدلال على جواز بيع العربون كما نقله عنه ابنا قدامة في المغني والشرح الكبير (٤/ ٥٩) قالا: قال الأثرم: قلت لأحمد: تذهب إليه؟ قال: أي شيء أقول؟ هذا عمر رضي الله عنه. وذكر الأثرم هذ الحديث ا بإسناده.
ونقله عنه ابن القيم أيضاً في بدائع الفوائد (٤/ ٨٤).
ومما يقوي هذا الحديث أيضا أن قصة شراء عمر بن الخطاب داراً للسجن بمكة من صفوان بن أمية ـ قد اشتهرت بين أهل العلم، وبين من كتب في تاريخ مكة، مثل: الأزرقي، والفاكهي، وابن شبة، حتى إنها كانت موجودة في عصر الفاكهي، وكانت لا تزال سجن مكة، فليراجع، والله أعلم.
ثم إنهم قد أجابوا عن حديث النهي بتضعيفه، لعدم معرفة الثقة الذي روى عنه مالك، وهو مشهور من طريق ابن لهيعة رحمه الله.
وقد ضعفه الإمام أحمد بقوله عندما سئل عنه: ليس بشيء. نقله ابن القيم في البدائع (٤/ ٨٤).
وضعفه البيهقي (المعرفة ٤/ ٣٨٠)، والنووي في المجموع (٩/ ٣٣٥)، والمنذري في مختصر السنن (عون ٩/ ٣٩٩)، وابن حجر في التلخيص (٣/ ١٧)، والألباني في ضعيف الجامع الصغير (٦٠٧٣)،
وفي المشكاة (٢٨٦٤)، وقواه بمجموع طرقه الزرقاني في شرح الموطأ (٣/ ٢٥٠)، والشوكاني في النيل (٥/ ١٥٣).
والأقرب ـ والله أعلم ـ هو ضعف هذا الحديث، وعدم انتهاضه للاحتجاج، خاصة أنه يدور على هذا المبهم، وكل من ذكر أهل العلم أنه هو المبهم فإنه إما يكون ضعيفاً، أو الطريق إليه لا تصح، فتأمل.
بقي أن يجاب عن علة تحريم بيع العربون عند من يحرمه، وهو أكل أموال الناس بالباطل، وانه من الميسر، وأن فيه غرراً وجهالة .. الخ.
فيقول الشيخ محمد بن عثيمين ـ رحمه الله ـ في شرح البلوغ ص١٠٠:" الجهالة في بيع العربون ليست جهالة ميسر، لأن جهالة الميسر يكون فيه المتعاملان بين الغنم والغرم، أما هذه فإن البائع ليس بغارم، بل البائع غانم، وغاية ما هنالك أن ترد إليه سلعته، ومن المعلوم أن المشتري لو شرط الخيار لنفسه مدة يوم أو يومين كان ذلك جائزاً، وبيع العربون يشبه شرط الخيار، إلا أنه يعطى للبائع جزء من الثمن إذا رد إليه السلعة، لأن قيمتها قد تنقص إذا علم الناس بهذا، ولو على سبيل التقديم، ففيه مصلحة.
وفيه أيضاً مصلحة للبائع من وجه آخر، أن المشتري إذا سلم العربون فإن في هذا دافع لتتميم البيعة.
وفيه كذلك مصلحة للمشتري، لأنه يكون بالخيار في رد السلعة إذا دفع العربون، بينما لو لم يدفعه للزمه البيع". ا. هـ مختصراً
قلت: ومما يدل كذلك على أن فيه مصلحة راجحة، أن عدم اشتراطه قد يسبب خصومات ومفاسد كبيرة، خاصة في الاستصناع، حيث يصنع العامل للمشتري ما يريد، فيضمن العربون للعامل أخذ المشتري للبضاعة، ويضمن للمشتري عدم غش الصانع، أو بيعه البضاعة لغيره، أو هروبه عنه، ومماطلته في حال لو دفع الثمن كاملاً، وفي حالة عدم دفع أي شيء من المبلغ المتفق عليه، فأصبح العربون صمام أمان في كثير من المعاملات التجارية، إن لم يكن جميعها، ومعلوم تشوف الشارع الحكيم إلى مثل هذه الأمور التي تمنع الشحناء والبغضاء والغش في التعامل بين المسلمين،وقد جرى على هذا العمل بين الناس، وقد قرر المجمع الفقهي المنعقد في دورته الثامنة من ١إلى ٧ محرم ١٤١٤هـ ما يلي:
١ـ المراد ببيع العربون بيع السلعة، مع دفع المشتري مبلغاً من المال إلى البائع، على أنه إذا أخذ السلعة احتسب المبلغ من الثمن، وإن تركها فالمبلغ للبائع.
ويجري مجرى البيع والإجارة، لأنها بيع المنافع، ويستثنى من البيوع كل ما يشترط لصحته قبض أحد البدلين في مجلس العقد (السلم)، أو قبض البدلين (مبادلة الأموال الربوية والصرف)، ولا يجري في المرابحة الأمر بالشراء في مرحلة المواعدة، ولكن يجري في مرحلة البيع التالية للمواعدة.

 ٢ـ يجوز بيع العربون إذا قيدت فترة الانتظار بزمن محدود، ويحتسب العربون جزءاً من الثمن إذا تم الشراء، ويكون من حق البائع إذا عدل المشتري عن الشراء.ا. هـ
وقال السنهوري في كتابه مصادر الحق:
إن العربون لم يشترط للبائع بغير عوض، إذ العوض هو الانتظار بالمبيع، وتوقيف السلعة حتى يختار المشتري، وتفويت فرصة البيع من شخص آخر لمدة معلومة، وليس بيع العربون بمنزلة الخيار المجهول، إذ المشتري إنما يشترط خيار الرجوع في البيع، فإن لم يرجع فيها مضت الصفقة وانقطع الخيار. ا. هـ
قلت: والأقرب ـ والله أعلم ـ هو الجواز، لأثر عمر بن الخطاب رضي الله عنه، ولضعف حديث النهي، والله الموفق.
غير أنه لو احتاط المسلم لدينه، وطلب البراءة له، وتجنب التعامل بالعربون، لكان ذلك حسناً من باب التورع عن الشبهات والله أعلم.
تنبيه:
ذكر النووي في المجموع (٩/ ٣٣٥)، وشمس الدين بن قدامة في شرح المقنع (٤/ ٥٩)، صورة مباحة من صور بيع العربون ـ عند من يرى تحريمه ـ وهي فيما إذا دفع إليه قبل البيع درهماً، وقال: لا تبع هذه السلعة لغيري، وإن لم أشترها منك فهذا الدرهم لك، ثم اشترى منه بعد ذلك بعقد مبتدأ، وحسب الدرهم من الثمن، قالوا: فيصح البيع، لأنه خلا من الشرط المفسد.ويشترط الشافعية قول هذا الشرط قبل العقد، ولا يتلفظا به حالة العقد، وإلا كان باطلاً.
تنبيه:
ذكر ابن كثير في إرشاد الفقيه: أن أبا مصعب الزهري روى حديث النهي عن بيع العربان عن مالك حدثني ربيع عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده .. فذكره، ثم قال: وهذا إسناد جيد، فليراجع .. .
ثم راجعت الموطأ رواية أبي مصعب الزهري (٢/ ٣٠٥) فوجدته عن مالك عن الثقة عنده، كما في رواية غيره، فالله أعلم، ولم يذكر ابن عبد البر أن أبا مصعب رواه عن مالك من طريق شيخه ربيعة، وكذلك غيره من الحفاظ والأئمة الذين تكلموا عن إسناد هذا الحديث، سوى اين كثير، فليحرر.
انظر التمهيد (٢٤/ ١٧٦)، بدائع الفوائد (٤/ ٨٤)، البداية (٧/ ٢٩٣)، الإفصاح (١/ ٣٦١)، الروضة الندية (٢/ ٩٤)، الإنصاف (٤/ ٣٥٧)، شرح الزرقاني على الموطأ (٣/ ٢٥٠)، الروضة مع الحاشية (٤/ ٤٠٧)، الفروع (٤/ ٦١)، الشرح الكبير (٤/ ٥٨)، المسوى (٢/ ٣٣)، تفسير القرطبي (٥/ ١٥٠) المجموع (٩/ ٣٣٤)، الدرر السنية (٦/ ٤٠)، توضيح الأحكام (٣/ ٤٥٥)، حجة الله البالغة (٢/ ١٩٧)، رحمة الأمة (١٤١)، فقه السنة (٣/ ٢٦١)، نيل الأوطار (٥/ ١٥٣)، إعلام الموقعين (٣/ ٣٣٩).

Sabtu, 09 April 2016

khuthbah jum'at, ringkas?


[6:02 10/04/2016] Almunjary33:

Ada titipan pertanyaan dari abu idris banyuwangi
Berkenaan dengan hadits berikut

«2046» حَدَّثَنِي سُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبْجَرَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ وَاصِلِ بْنِ حَيَّانَ قَالَ: قَالَ أَبُو وَائِلٍ خَطَبَنَا عَمَّارٌ فَأَوْجَزَ وَأَبْلَغَ فَلَمَّا نَزَلَ قُلْنَا يَا أَبَا الْيَقْظَانِ لَقَدْ أَبْلَغْتَ وَأَوْجَزْتَ فَلَوْ كُنْتَ تَنَفَّسْتَ. فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ((إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنَ الْبَيَانِ سِحْرًا)).

Pertanyaannya ,jika sholat jum'at membaca سورة الأعلى pada rokaat pertama dan membaca سورة الغاشية pada rakaat kedua, yang kemungkinan waktu untuk menjalankan sholatnya 15-20 menit,apakah boleh khutbah jum'at nya lebih panjang dari sholatnya?


[7:07 10/04/2016] أبوالمنذر مجاهد اﻻندونيسي:

Naam

Berikut fatwa syeikhunaa abu abdirrahman yahya bin ali alhajuri hafidzahulloh dalam "alkanz atstamin"

عنوان الفتوى: حكم تقصير الخطبة وإطالة الصلاة يوم الجمعة(1)

Judul fatwa: hukum menyederhanakan khuthbah dan memanjangkan sholat?

السؤال: إطالة الصلاة وقصر الخطبة يوم الجمعة سنة مهجورة؟

Memanjangkan sholat dan menyingkat khuthbah pada hari jumat apakah termasuk sunnah yang terabaikan?

الإجابة: هذه علامة على فقهه؛ قال صلى الله عليه وآله وسلم: «إن طول صلاة الرجل وقصر خطبته مئنة على فقهه، فأطيلوا الصلاة، واقصروا الخطبة، وإن من البيان لسحرًا»(2).
وهذا شيء نسبي بمعنى أن خطبته تقصر بالنسبة لغيرها من المواعظ، وصلاته أطول من صلاته في بعض أوقات النهار، التي يغلب التخفيف فيها.. وقد جاء أنه كان يصلي بالجمعة والمنافقون، أو بالأعلى والغاشية.. وأمثالها، وقد خطب صلى الله عليه وآله وسلم بسورة (ق) وهي أطول من مجموع سورتي الأعلى والغاشية، وما كان يصلي بمئات الآيات كما كان يصلي في الليل.
وكما تقدم أنه أمر نسبي، وحاصله اختصار الخطبة.
وعلى كلٍّ: الذي يستطيع أن يخطب خطبة مختصرة نافعة جامعة للمقصود؛ أمر حسن، أما أن تكون الخطبة بمقدار ساعة فهي مملة، ولا كذلك ساعة إلى ربع، وأسب ما تكون بمقدار نصف ساعة مع الصلاة، أو ساعة إلى ثلث، وقد يكون الموضوع جاذبًا للمستمع فيطيل وآخر يمكن إيجازه في جمل فيكون أقصر من غيره.. ولكل مقام مقال، والحمد لله أن الخطب هنا في دار الحديث غير مملة.

Jawaban: ini merupakan tanda kedalaman fikih seseorang, sebagaimana sabda beliau shollolloh alaih wa sallam "sesungguhnya panjang sholat seseorang dan pendeknya khuthbahnya adalah tanda kedalaman fikihnya maka panjangkanlah sholat dan sederhanakanlah khuthbah dan sesungguhnya pada penjelasan terdapat daya menyerupai sihir.

Ini adalah suatu hal yang nisbi (tergantung pada hal lain) yang makna hadits tsb adalah ringkas khuthbah jumat tsb dibanding ceramah2 lainnya. Dan panjangnya sholat jumat itu jika disandingkan dengan sholat yang dilakukan pada siang hari yang kebanyakan ringan/ringkas.

Telah dinukilkan bahwa rosululloh shollolloh alaihi wa sallam pernah sholat jumat dg membaca surah aljumah dan almunafiqun atau surah al'ala dan alghosyiyah dan yang semisal dengan itu. Dan juga dinukilkan bahwa beliau shollolloh alaih wa sallam pernah khuthbah dg menyampaikan/membahas surah qof dan surah qof tentunya lebih panjang dari kedua surah alalaa dan algosyiyah. dan juga beliau shollolloh alaih wa sallam tdk pernah membaca ratusan ayat sebagaimana yang dibaca pada sholat2 malamnya.

Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa hal tersebut nisbi dlm memendekkan khuthbah dan disimpulkan juga maka barangsiapa yang mampu menyampaikan khuthbah ringkas dan tetap bermanfaat yang merangkum seluruh maksud permasalahan yang disampaikan maka itu hal yang baik. Adapun khuthbah yang berdurasi sejam maka pastilah membosankan. adapun durasi setengah jam atau 40 menit terkadang materi yang baik mengikat perhatian para pendengar sehingga panjang (tdk membosankan shg terasa tdk panjang) yang mungkin diringkas oleh khotib lain dg sajian yang lebih ringkas...pada setiap situasi ada materi yang sesuai dengannya. Walhamdulillah sesungguhnya khuthbah di sini darul hadits dammaj tidaklah sampai membosankan.
----------------------
(1) شذرات من أوائل الدروس العامة للشيخ يحيى حفظه الله تعالى (ج).
(2) رواه مسلم عن عمار بن ياسر رضي الله عنه، وقد تقدم.

Baarokalloh fiikum